Wednesday, July 16th, 2008
Banyak orang berpikiran untuk membuat website itu sulit dan harus mengerti mengenai kode-kode bahasa pemograman. Tetapi sebenarnnya tidak perlu mengerti pun, Anda bisa membuat website dengan mudah, karena saat ini sudah banyak software pembuat website yang bisa Anda install di website Anda. Memang alangkah lebih baiknya, Anda mengerti beberapa penulisan kode HTML, dan itu pun hanya beberapa kode saja.
Software pembuat website tersebut bisa berupa site builder yang disediakan oleh tempat Anda membeli hosting, maupun software-software open source yang dimulai dari software blog wordpress, software cms joomla, software forum, dan lain-lainnya yang bisa digunakan dengan gratis. Anda hanya perlu menginstallnya sesuai petunjuk yang diberikan, dan website Anda bisa langsung berjalan, tanpa harus memulainya dari awal seperti membuat website dengan kode-kode HTML.
Saya sudah membuatkan tutorial praktis dalam membuat website yang bisa dilihat melalui Link Belajar Membuat Website.
Termasuk dari awal pemilihan domain, pembelian hosting sampai proses penginstallan. Silahkan belajar melalui website tersebut. Tutorial tersebut merupakan tutorial singkat, yang bisa Anda pelajari sendiri untuk proses pengembangannya, semoga bermanfaat dan selamat belajar membuat website.
David Odang - Pemasarinternet.com
Posted in blog/website | No Comments »
Thursday, July 10th, 2008
Secondary DNS Server:
untuk membangun secondary DNS Server lakukan instalasi OpenNA Linux dengan memilih paket DNS Server yang berfungsi sebagai secondary dns, jangan lupa untuk mengisikan alamat ip dan nama host untuk secondary DNS, dan juga isilah pada pengisian primary name server dengan 118.98.168.210 dan secondary name server dengan 118.98.168.211 pada saat proses instalasi tersebut.
setelah proses instalasi selesai, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi ulang dan membuat zone domain yang berfungsi sebagai slave terhadap file named.conf yang terletak di /chroot/named/etc. editlah file tersebut, dengan langkah berikut:
#vi /chroot/named/etc/named.conf
pada bagian Authorized source address tambahkan 118.98.168.208/29; seperti di bawah ini:
//Authorized source address.
acl "trusted" {
localhost;
118.98.168.208/29;
};
lalu pada bagian forwarders di options, isikan ip dns jardiknas seperti di bawah ini:
options {
directory "/var/named";
allow-transfer{ none; };
allow-query { trusted; };
allow-recursion { trusted; };
blackhole { bogon; };
tcp-clients 32;
forwarders { 118.98.224.2; 118.98.224.3; };
version "OpenNA Linux";
};
berikutnya pembuatan zone untuk domain padangkota.diknas.go.id, pada bagian akhir dari isi file ini tambahkan:
zone "padangkota.diknas.go.id" {
type slave;
file "dbs.padangkota";
masters { 118.98.168.210; };
allow-query { any; };
};
simpanlah dan langkah selanjutnya ubah mode akses menjadi 600 dengan menggunakan perintah:
#chmod 600 /chroot/named/etc/named.conf
proses berikutnya, restart named dengan perintah:
#/etc/init.d/named restart
maka pada direktori /chroot/named/var/named terlihat file dbs.padangkota yang isinya diperoleh dari primary dns (record dns pada master di transfer ke slave).selesai sudah penjelasan membuat dns server baik primary dns sebagai master dan secondary dns sebagai slave. jangan lupa untuk mengisikan ip dns tersebut pada konfigurasi network di komputer yang berada di jaringan lokal. semoga bermanfaat
Posted in Linux, Aplikasi Server, Sistem Operasi | 1 Comment »